Senin, 12 Maret 2012

GoodBye day_Yui (Chord guitar)

Verse:
A2    E   Bm D       A2
Dakara ima   ai ni yuku
E      F#m    E
So kimetanda
A2   E    Bm D          A2
Poketto no   kono kyoku wo
E        F#m    D
kimi ni kikasetai
Refrain:
Bm                C#m
Sotto boryu-mu wo agete
Dsus2     G     E     F#m
Tashikamete mitayo
Chorus:
Dsus2
Oh Good-bye Days
E      F#m       A2
Ima, kawaru ki ga suru
Dsus2  E   F#m  F#/Gb
Kinou made ni So Long
Dsus2   E
Kakko yoku   nai
F#m        A2       Bm     Bm  C#m  Dm
Yasashisa ga soba ni aru kara
F#m  E  Dsus2  A2  F#m  E  Dsus2
La la la la la with you
(Repeat Verse, refrain and chorus)
Note: instead of ending “La la la etc.” with F#m, E, etc., you end with A2 and then move
to the bridge.
Bridge:
F#m       E
Dekireba kanashii
Dm         A2
Omoi nante shitaku nai
F#m   E     Dsus2    A2
Demo yattekuru deshou, oh
F#m         E
Sono toki     egao de
Dm                A2       F#m       E    Dsus2
“Yeah, Hello My Friends” nante sa Ieta nara ii noni
Chorus:
Dsus2  E
Onaji uta    wo
F#m      A2
Kuchizusamu toki
Dsus2    E  F#m  F#/Gb
Soba ni    ite I Wish
Dsus2  E
Kakko yokunai
F#m   A2        Bm     Bm  C#m  Dm
Yasashisa ni aeta yokatta yo
A2  E  Dsus2  <-Repeat 4 times and end with Dsus2
La la la la good-bye days

Raisa_Apalah Arti Menunggu (Chord)

Intro: E A C Am B

E     A          G#m
telah lama aku bertahan
F#m     B                  E
demi cinta wujudkan sebuah harapan
A        G#   C#m         A
namun ku rasa cukup ku menunggu
F#m    B
semua rasa tlah hilang

Chorus:
E               C#m
sekarang aku tersadar
F#m                   B
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
G#        C#m   B
apalah arti aku menunggu
A        Am       E
bila kamu tak cinta lagi

Int: G#m C#m D

A        G#   C#m         A
namun ku rasa cukup ku menunggu
F#m    B
semua rasa tlah hilang

Chorus :
E               C#m
sekarang aku tersadar
F#m                   B
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
G#        C#m   B
apalah arti aku menunggu
A        Am       E
bila kamu tak cinta lagi

A               G#m
dahulu kaulah segalanya
F#m  B         E
dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
A              G#m       C#m
namun sekarang aku mengerti
F#m         G#m       A             B
tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang semu

Chorus:
F               Dm
sekarang aku tersadar
Gm                    C
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
A        Dm
apalah arti aku menunggu
A#       A#m
bila kamu tak cinta lagi

F               Dm
sekarang aku tersadar
Gm                    C
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
A         Dm
apalah arti aku menunggu
A#       A#m  C   F
bila kamu tak cinta lagi

Outro: Gm C F

100 Days With You (Part6)

“Gue bukan dokter yang hebat kayak papa gue. Gue nggak bisa bantu elo!” ucap Lisa. Lalu pergi.
“TUNGGU!!” Farel mencoba meraih tangan Lisa. Tapi, tangan Farel tidak bisa meraih tangan Lisa. Lisa melihat kejadian itu. Kalau Farel nggak bisa nyentuh Lisa berarti dia........
“Elo setan, yah? Atau jin? Atau iblis?” tanya Lisa polos. Farel menggeleng.
“Sekarang lo duduk. Gue bakal ceritaiin dari awal. Semuanya..”
Lisa duduk didekat Farel. Farel menarik napas panjang dan mulai menceritakannya....
“Gue sebenarnya manusia. Tapi, gue terpisah sama tubuh gue. Gue sekarang lagi koma dirumah sakit. Satu-satunya cara bisar gue bisa hidup, gue harus melaksanakan ujian. Gue cuma dikasih waktu seratus hari” jelas Farel.
Lisa benar-benar kaget. Ini pasti mimpi. Pikir Lisa. Mimpi di pagi bolong.
“Lo mau kan bantuin gue?” tanya Farel lembut.
“Gue nggak ada hubungannya sama elo. Elo mendingan pergi dari sini. Jangan ganggu gue lagi. Titik!” Lisa membalikkan badan dari Farel. Farel terdiam lalu pergi.
“Rel..Farel..” panggil Lisa. Lisa melihat sekeliling. “Syukurlah tuh orang udah nggak ada. Farel pergi. Tapi, Lisa merasakan suatu hal yang mengganjal hatinya. “Perasaan apa ini?” ucap Lisa pelan.
Hari ini, malam minggu. Muda-mudi pada pergi keluar untuk malam mingguan. Lisa duduk dibalkon rumahnya sambil memangku sebuah gitar. Lisa tidak memainkan gitar itu. Tapi, dia malah memperhatikan pasangan cowok-cewek yang lagi malam mingguan.
Lisa melirik kearah gitarnya. Dia mencoba memetik senar gitar itu. Dia nggak tau lagu apa yang dia lantunkan. “Yang penting gue nggak bosen.” Ucap Lisa. Dia nggak sadar kalau dari tadi ada seorang cowok dibelakangnya.
“Lo nggak malam mingguan?” tanya cowok itu.
“Farel!” Lisa terkejut.
6

Jumat, 09 Maret 2012

100 Days With You (Part 5)

***
“Besok gue ada study tour ke Yogya.Mungkin selama seminggu” ucap Ciko ketika sedang memarkir mobil nya digarasi rumahnya.
Lisa dan Ciko turun dari mobil itu.
“Ya udah.Pergi berapa lama pun gue nggak akan kangen.” Jawab Lisa dengan nada cuek.
“Jadi,sementara ini,lo pulang pergi naik bus atau angkot!”
Lisa mengangguk lalu pergi meinggalkan kakaknya.
DUA
Har ini hari libur. Lisa bebas tidur sampai kapan pun. Hari ini juga Ciko pergi study tour. Lisa membuka matanya dan dia kaget apa yang dia liat. Seorang cowok berwajah pucat berada didepan matanya. Cowok yang paling nyebelin!
“E..elo..  kok bisa disini? Elo dari mana tau rumah gue?” tanya Lisa kaget.
“Gue kesini karena elo!” ucap cowok itu.
“Karena gue?” tanya Lisa heran. Cowok itu mengangguk.
“Gue Farel” cowok bernama Farel itu memperkenalkan diri.
“Gue...” omongan Lisa dipotong oleh Farel.
“Elo Lisa Arista. Elo kelas 2-3 di SMA Surya Bhakti”
Lisa terkejut. Dia baru ketemu Farel pas di bus. Saat itu dia ngeselin banget.
“Gue bisa minta bantuan elo nggak?” tanya Farel pelan.
“Bantuan apa?” ucap Lisa yang nggak kalah pelan.
“Bantuin gue untuk bisa selamat dari koma.”
Lisa kembali terkejut mendengar apa yang diucapkan cowok itu. Lisa bukan dokter yang hebat kayak papa nya.
5

Kamis, 08 Maret 2012

100 Days With You (Part 4)

“Iya, pa..”
“Oh, iya. Tolong kamu antarkan makan malam untuk papa. Papa nggak bisa pergi keluar.Minta anterin Ciko,yah!”
Tut...tut..tut... telepon terputus.
Lisa meletakkan gagang teleponnya.
“Siapa, Lis?” tanya Ciko.
“Papa...” jawan Lisa. Keluar dari kamarnya menuju kearah dapur. Dia meminta Bi Inem untuk menyiapkan makanan buat Papanya. Nggak berapa lama, Lisa kembali masuk. “Lo disuruh pergi kerumah sakit. Suruh anterin makanan buat papa. Papa nggak bisa pulang sekarang.”

Ciko segera keluar dari kamar Lisa. Dia pergi kekamarnya untuk berganti baju. Lisa pun juga berganti baju. Sepuluh menit kemudian, mereka sudah siap. Mereka segera menuruni tangga bawah. Ciko pergi ke garasi untuk ngambil mobil, Lisa pergi kedapur untuk ngambil makanan untuk papanya yang telah disiapkan oleh Bi Inem.
***
Honda jazz merah terparkir di sebuah rumah sakit. Lisa dan Ciko turun dari mobil itu. Mereka bergegas menuju ruangan kerja Papa mereka. Papa mereka seorang dokter yang hebat. Dia sering pergi keluar negeri dan keluar kota.
“Maaf, ayah kalian lagi sibuk. Lagi ada pasien kecelekaan” kata seorang suster di rumah sakit itu. ”Kalian tunggu saja. Terserah dimana!” lanjut suster itu. Ciko dan Lisa menunggu di depan ruang UGD. Nggak berapa lama, pintu UGD itu terbuka. Beberapa orang suster, dan seorang dokter keluar itu membawa seorang cowok. Cowok itu masih muda. Nampaknya korban kecelakaan.
“Taruh saja di meja kerja Papa.Ini lagi ada masalah gawat.”
Lisa menganguk.Papa Lisa segera bergegas pergi menuju ruang ICU.
4

Rabu, 07 Maret 2012

Thank's

thank's to Monica yerida yang udah doain ak untuk berhasil.. (y)
god bless you..

Selasa, 06 Maret 2012

100 Days With You (Part 3)

Bus melaju menuju pemberhentian selanjutnya. Nggak berapa lama, bus sampai di halte dekat rumah Lisa. Setelah membayar ongkos, Lisa turun dari bus itu. Sekilas dia melihat cowok nyebelin itu  melihat ke arah dirinya. Tapi, ketika pandangan mereka bertemu, cowok itu memalingkan pandangannya.
***
Seorang cowok turun dari sebuah bus. Dia menyebrang jalan sambil mengenakan discman. Dia tidak mendengar kalau ada truk yang melaju kencang. Dia baru menyadari keberadaan truk itu saat truk itu berada beberapa meter dari tubuhnya.Dia tidak dapat menghindari lagi. BRUK!
Kecelakaan itu tidak dapat dihindari. Cowok itu terpental sejauh beberapa meter. Orang-orang segera berdatangan. Suasana menjadi ramai dan membuat jalanan macet. Beberapa menit kemudian, Ambulance datang. Cowok itu segera dipasangi selang oksigen dan segera dibawa kerumah sakit.
***
“Aduuh, badan gue sakit semua” ucap Lisa ketika selesai mandi.
“Mau gue pijitin nggak?” ucap seorang cowok yang saat itu ada disebelah Lisa.
“Nggak papa, nih, Cik?” kata Lisa. Cowok yang ternyata namanya Ciko itu menganguk. Lalu Lisa duduk disebelah Ciko. ”Pelan-pelan,yah!”
Ciko memegang kaki Lisa.Lalu,mulai memijit-mijit kaki Lisa.
“Enak nggak?” tanya Ciko.
Lisa mengangguk.Ciko kembali melanjutkan pijitannya. Belum puas dengan pijitan Ciko, telepon berbunyi. Lisa mengangkat gagang telepon itu.
“Halo,” kata orang diseberang.
“Eh, Papa, ada apa?” tanya Lisa.
“Hari ini, papa nggak bisa pulang. Ada pasien yang keadannya benar-benar gawat.”
3